Pendidikan Kebidanan di Era Global Berkonsep “Safe Motherhood Inisiative”

Prospek pendidikan kebidanan di era global harus diarahkan pada konsep safe motherhood inisiative. Agar lulusan pendidikan kebidanan sebagai tenaga kesehatan di lini terdepan mampu menurunkan angka kematian ibu, akibat proses reproduksi. Demikian ditegaskan Ketua Dewan Penyantun Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo), Prof Dr Mochamad Anwar MMEG Sc SpOg K, pada kuliah umum perdana Akbidyo di Gedung JEC, belum lama ini. Kuliah umum dibuka Direktur Akbidyo, Drs.Henri Soekirdi M Kes, diikuti 547 mahasiswa seluruh angkatan. Hadir pada acara itu, staf Dinas Kesehatan Provinsi DIY, pengurus  Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DIY, seluruh staf pengajar dan sebagainya.

Menurut Prof Dr Moch Anwar, bidan yang berdiri di posisi terdepan tenaga kesehatan merupakan bagian dari sistim kesehatan secara menyeluruh. Sehingga harus memahami batas kemampuan dan kewenangannya agar tidak melampaui tugas pokoknya. Sesuai konsep safe motherhood inisiative di era global, bidan mempunyai tugas lebih luas, yaitu melaksakan pendidikan dan konseling untuk pasien, keluarga dan masyarakat.

“Konseling ini mencakup antenatal, persiapan menjadi orang tua dan penyuluhan keluarga berencana, serta asuhan anak,” tegasnya.

Ditegaskan, ilmu kebidanan di era global merupakan sintesa dari berbagai disiplin ilmu terkait pelayanan kebidanan meliputi ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu social, ilmu perilaku, budaya, kesehatan masyarakat dan ilmu manajemen untuk dapat memberikan pelayanan kepada ibu secara professional. “Ilmu manajemen merupakan pendekatan yang harus digunakan dalam pendidikan bidan dalam menetapkan metode pemecahan masalah secara sistematis, mulai dari pengkajian, analisis data, diagnosis kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, “ tegas Prof Anwar.

Ditambahkan, pelayanan kebidanan harus mampu memberikan keyakinan pada setiap individu untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai kebutuhannya. Selain itu, setiap individu diberi hak untuk menentukan keinginannya sendiri, mendapat informasi cukup dan berhak untuk melahirkantanpa komplikasi serta mendapatkan anak yang sehat pula.

Untuk itu pelayanan kebidanan harus berpegang teguh pada paradigma yang didasarkan pada kemampuan bidang ilmu kebidanan, serta pandangan hidup hak asasi perempuan.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply