Bidan Delima

NAMA Bidan Delima, tentunya mulai tak asing lagi dengan masyarakat kita. Program yang dicanangkan sebuah lembaga donor milik pemerintah Amerika Serikat yaitu United State Agency For International Development (USAID) pada tahun 2003 ini bertujuan menyelamatkan keselamatan ibu dan bayi.
Seperti diketahui, menjaga keselamatan ibu dan bayi merupakan unsur penting yang dilakukan setiap petugas medis. Dan, dengan pencantuman nama Bidan Delima maka akan makin bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terutama dalam proses persalinan.
Karena menyangkut kesehatan, tahapan sertifikasi Bidan Delima cukup ketat. Seorang Bidan Praktek Swasta (BPS) yang telah memiliki Surat Praktek Izin Bidan (SIPB) dari Departemen Kesehatan, akan melakukan pendaftaran di pengurus cabang, mengikuti proses kualifikasi, belajar dari Buku Kajian Mandiri dan mendapat bimbingan fasilitator, selanjutnya divalidasi oleh fasilitator.
Fasilitator merupakan orang terdepan dan pioneer dalam pengembangan program Bidan Delima di lingkungannya masing-masing. Fasilitator dipilih dan ditunjuk oleh pengurus cabang di tingkat kabupaten/kota. Ia diharuskan melewati serangkaian pelatihan dan petunjuk teknis terlebih dahulu untuk melakukan pengamatan dari sisi manajemen peralatan dan proses penanganan hingga perawatan medis pasca persalinan.
Tidak hanya itu, fasilitator akan melakukan monitoring dan pengawasan terhadap Bidan Delima seperti laporan bulanan yang akan dikirim ke pengurus pusat sehingga dapat dianalisa kemajuan, perkembangan dan hambatan yang dihadapi di lapangan.
Kemudian, merancang instrumen penilaian kualitas, yang diisi oleh beberapa sampel Bidan Delima setelah 6 bulan pelaksanaan program tersebut, serta melakukan monitoring lapangan oleh pengurus cabang (PC), Pengurus Daerah (PD), Pengurus Pusat (PP). Bahkan, fasilitator akan melakukan penyamaran untuk observasi konsistensi kualitas pelayanan Bidan Delima.
Bidan Delima juga berpegang teguh pada standar prosedur pelayanan dan mengikut sertakan klien dalam pengambilan keputusan. Selain itu, siap menolong kapan pun dibutuhkan, sabar, hangat, dan penuh kasih sayang, menjunjung tinggi etika profesi, jujur serta menumbuhkan kebanggaan sebagai bidan.
“Salah satu metode yang dipraktekkan adalah ketika bayi baru lahir langsung dipeluk dan didekap ibu. Hal ini dilakukan selain menghangatkan tubuh bayi juga merupakan pergantian jiwa sang Ibu dari sebelumnya mempertahankan kehamilan sekarang akan berupaya mempertahankan sang bayi,” tutur Ambar Nurhayati seorang bidan yang telah mendapatkan sertifikat Bidan Delima yang berpraktek di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply